| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 1 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
01 Desember 2022 09:54:27 240 Kali
Letak geografis sangat menetukan maju atau tidaknya suatu wilayah. Jika suatu wilayah memiliki letak geografis yang sulit dijangkau maka wilayah ini akan sulit untuk berkembang bahkan akan menjadikan wilayah ini menjadi tertutup.
Kampung Bumi Dipasena Mulya yang terletak di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung merupakan salah satu Kampung yang dikenal sebagai salah satu penghasil udang terbesar di Indonesia. Namun dibalik kelebihannya ini Kampung Bumi Dipasena Mulya memiliki kekurangan pada akses jalannya. Jalan menuju Kampung ini bisa dibilang cukup sulit, namun tidak menurunkan mutu Kampung ini.
Dengan luas wilayah mencapai 1.832,04 Ha dan 2.400 petak tambak udang yang terdapat di Kampung ini, membuat masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petambak udang. Dengan mayoritas penghasil udang menyebabkan Kampung ini menjalin hubungan atau interaksi dengan Kampung lain untuk memenuhi kebutuhan kehidupan lainnya. Kampung ini memang memenuhi kebutuhan udang di daerah lainnya, namun kebutuhan Kampung ini juga terpenuhi dari daerah luar. Seperti sayuran, beras, air minum, dan lain sebagainya Kampung ini disalurkan dari daerah luar.
Akses penyebrangan tambak di senja hari Selain itu keterbatasan di bidang pendidikan mendorong penduduk di Kampung ini untuk ke kota demi memenuhi kebutuhan akan pendidikan. Kebutuhan akan pendidikan juga terpenuhi dengan baik apabila bekerja sama dengan daerah luar. Di Kampung ini hanya ada TK dan SD Negeri saja, sehingga untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi lagi anak-anak di Kampung ini harus bersekolah di luar daerah. Apalagi jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan penduduk banyak yang pergi ke Kota Bandar Lampung bahkan ke Kota Jakarta, maka dari itu banyak lulusan perguruan tinggi dari luar daerah. Selain dalam bidang pendidikan masyarakat Bumi Dipasena Mulya banyak melakukan kerjasama dengan berbagai daerah kota dari hasil tambaknya.
Oleh karena itu, dari yang awalnya saling bekerja sama inilah tercipta sebuah posisi untuk saling memenuhi kebutuhan satu sama lain akhirnya menciptakan interaksi antara Kampung Bumi Dipasena Mulya dengan kota kota di Lampung bahkan di luar Lampung seperti kota Bandar Lampung, Kota Jakarta, dan kota-kota lainnya. Secara astronomis Kampung Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang Timur terletak antara 4⁰ - 18’ 15” LS sampai 4⁰ 21’ 27” LS dan diantara 105⁰ 4’' 39” LS sampai 105⁰ 49’ 10” LS. Kecamatan Rawa Jitu Timur memiliki luas wilayah 18.396,99 Ha dengan beberapa pembagian wilayah Kampung. Salah satunya adalah Kampung Bumi Dipasena Mulya .Kampung Bumi Dipasena Mulya memiliki luas wilayah mencapai 1.832,04 Ha, dimana Kampung Bumi Dipasena Mulya memiliki wilayah datar yang banyak terdapat rawa rawa sehingga sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai wilayah tambak. Dengan adanya wilayah yang banyak terdapat rawa serta kemampuan petani yang memmumpuni serta pemanfaatan masyarakat dalam mengolah sebuah wilayah menjadi bermanfaat adalah salah satu keungulan di kampung Dipasena ini jadi tidak heran lagi jika kita bermain ke Kampung ini kita akan di suguhi pemandangan petakan tambak di sepanjang mata memandang.
Dari segi ekonomi masyarakat kampung Dipasena mayoritas bekerja sebagai petani tambak udang. Dimana hasil tambak udang tersebut akan di jual kepada bayer ( pengepul ) untuk kemudian di distribusikan ke berbagai daerah seperti di Bandar Lampung, Palembang bahkan sampai ke luar pulau Sumatra. Dengan tingginya harga jual udang adapun warga yang banyak merasakan keuntungan saat musim panen udang tiba karena penghasilan dari udang tersebut cukup memuaskan. “ Untuk penghasilan per tiga bulan masyarakat dalam satu kali panen biasanya dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp. 50.000.000 – Rp. 60.000.000 tetapi jumlah tersebut belum bisa dipastikan karena kualitas dan penyakit semakin marak menyerang udang tambak saat ini“. Tutur Pak Donny selaku sekertaris Kampung Dipasena Mulya. Tercatat pada akhir Oktober 2022 untuk harga udang dengan ukuran 50 mencapai harga Rp. 60.000 tetapi pada biasanya harga udang berkisar Rp.65 – 70.000. harga merosot ini dikarenakan kualitas udang yang dari beberapa tahun terakhir menurun.
Selain dari hasil tambak masyarakat juga memiliki alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sambil menunggu hasil panen tiba.“ saat masyarakat menunggu hasil panen selama tiga bulan, masyarakat dipasena untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan cara lain, seperti menanam sayuran dan buah buahan di sebelah rumah mereka, terkadang tanaman tersebut dijual agar mendapat hasil, dan untuk membeli keperluannya, dan ada juga masyarakat yang memelihara hewan ternak seperti kambing dan juga ayam, dengan memelihara hewan tersebut, jika saat hasil panen pertambakan mereka gagal/atau mengalami kerugian, mereka menjual hewan ternak tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari” (11:2022). Tutur Claudya selaku warga Kampung Dipasena yang bersekolah di SMP Yos Sudarso Metro.
Komposisi jumlah penduduk di Kampung ini memiliki 870 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan 2.571 penduduk. Tetapi dari sebagian besar penduduk ini terlihat masih banyak penduduk yang hanya tamatan Sekolah Dasar ( SD ) dan masih sedikit yang terlihat tamatan Sarjana. Namun semakin kesini masyarakat banyak yang menyekolahkan anaknya ke luar daerah dengan tujuan mendapatkan pendidikan jenjang tinggi seperti kuliah, dengan begitu tercipta interkasi melalui pendidikan. interaksi ini masuk ke dalam kategori migrasi non-permanen dan interaksi ini mengakibatkan pola pikir berubah mulai dari adanya pemikiran yang kritis hingga pemikiran yang semakin maju dan ingin berubah dari ketertinggalan. Dengan pola pikir tersebut secara perlahan pula masyarakat Kampung mulai berkurang dalam ketergantungannya terhadap kota. Hal tersebut menjadi salah satu pengaruh dari interaksi yang terjadi akibat banyaknya orang dari Kampung Dipasena yang mencari pendidikan formal yang lebih tinggi misalnya berkuliah ataupun kursus serta bekerja. Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak masyarakat disini masih memegang erat kearifan lokal yaitu gotong royong.” Saat melakukan panen udang masyakat di Kampung Bumi Dipasena Mulya melakukan bergotong royong secara bergantian dimana gotong royong ini tidak pernah lepas dari kebiasaan masyarakat di sini, dimana pekerjaan di bagi biasanya bapak bapak akan bergotong royong memanen udang di tambak dan ibuk ibuk membantu memasak untuk syukuran”. Sahut Pak Donny ( 11: 2022 ) Walaupun akses jalan yang sulit akan tetapi masyarakat Kampung Dipasena sangat semangat bersekolah walaupun harus keluar daerah dan masih mempertahankan kearifan lokal yaitu Gotong Royong. Di zaman sekarang ini petani tambak di Bumi Dipasena Mulya. Harus memperluas pengetahuan tentang budidaya udang,melalui media seperti internet dan buku. Untuk menambah informasi tentang cara menambak udang yang baik dan cara untuk memberantas hama yang sering mengangu pertumbuhan udang.
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Grebek Stunting di Bumi Dipasena Mulya: Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing untuk Cegah Stunting
date_range 13 Februari 2026 favorite 19 Kali
VERIVIKASI PEMBAHASAN DESIL 1-10 DALAM SIKS-NG DI BUMI DIPASENA MULYA
date_range 11 Februari 2026 favorite 37 Kali
Wujud Transparansi, Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Mulya Pasang Banner Realisasi APBKAM 2025
date_range 05 Februari 2026 favorite 21 Kali
Musyawarah Kampung Bumi Dipasena Mulya Tetapkan RAPBKAM 2026, Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
date_range 05 Februari 2026 favorite 54 Kali
Kepala Kampung Bumi Dipasena Mulya Hadiri Musrenbangcam Rawajitu Timur, Dorong Pembangunan Infrastruktur Prioritas
date_range 27 Januari 2026 favorite 97 Kali
Warga RW 010 Kampung Bumi Dipasena Mulya Gelar Pemilihan Ketua RW Secara Demokratis
date_range 26 Januari 2026 favorite 77 Kali
Kolaborasi Posyandu dan SPPG, 124 MBG Tepat Sasaran di Bumi Dipasena Mulya
date_range 19 Januari 2026 favorite 117 Kali
Pemerintah Desa
date_range 24 Agustus 2016 favorite 492 Kali
KEMERIAHAN KARNAVAL KECAMATAN RAWAJITU TIMUR MEMPERINGATI HUT RI KE 77 TAHUN 2022
date_range 27 Agustus 2022 favorite 438 Kali
PPS Bumi Dipasena Mulya Pasang Pengumuman Pendaftaran KPPS Pilkada 2024: Dorong Partisipasi Masyarakat untuk Kesuksesan Pilkada 2024
date_range 17 September 2024 favorite 383 Kali
PENETAPAN DAN PENGUNDIAN NOMOR URUT CALON KEPALA KAMPUNG BUMI DIPASENA MULYA PERIODE 2022-2028
date_range 01 Maret 2022 favorite 366 Kali
KAMPUNG BUMI DIPASENA MULYA BAGIKAN BIBIT IKAN PROGAM KETAHAN PANGAN 2023
date_range 10 April 2023 favorite 345 Kali
MUSLIMAT KAMPUNG BUMI DIPASENA MULYA BAGIKAN SANTUAN KEPADA YATIM PIATU DAN DHUAFA
date_range 13 April 2023 favorite 341 Kali
PEMERINTAH KAMPUNG BUMI DIPASENA MULYA SALURKAN BLT DESA JANUARI-MARET 2023
date_range 05 April 2023 favorite 329 Kali
Takbir Menggema di Kampung Bumi Dipasena Mulya: 25 Hewan Kurban Disembelih dengan Khidmat
date_range 17 Juni 2024 favorite 224 Kali
Pertandingan Futsal Antar RW Memasuki Babak Delapan Besar: Semarakkan HUT RI ke-79 dengan Semangat Kebersamaan
date_range 06 Agustus 2024 favorite 161 Kali
KAMPUNG BUMI DIPASENA MULYA BAGIKAN BIBIT IKAN PROGAM KETAHAN PANGAN 2023
date_range 10 April 2023 favorite 345 Kali
Pemerintah Kampung Bumi DIpasena Mulya Salurkan Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Tahap III
date_range 19 Juni 2023 favorite 213 Kali
Sosialisasi BPP P3UW di Bumi Dipasena Mulya: Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Petambak
date_range 16 Juli 2025 favorite 92 Kali
Deteksi Dini Penyakit, Posyandu Mawar Gelar Layanan Kesehatan Rutin di Bumi Dipasena Mulya
date_range 14 Juli 2025 favorite 128 Kali
Musyawarah Kampung Bumi Dipasena Mulya: Sinergi Menuju Pembangunan Berkelanjutan TA 2025
date_range 29 Juli 2024 favorite 269 Kali
| Hari ini | : | 577 |
| Kemarin | : | 231 |
| Total Pengunjung | : | 276.669 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.35 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran